BerandaEkbisVirus Corona, Perhotelan Papua Kena Imbas

Virus Corona, Perhotelan Papua Kena Imbas

PHRI: Imbas Covid-19 Luar Biasa, Okupansi 30 persen

JAYAPURA-Dampak dari merebaknya Virus Corona (Covid-19) di Indonesia maka jasa perhotelan di Papua khususnya di Jayapura kena imbasnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Papua, Syahril Hasan mengakui dari imbas covid-19 atau virus corona di Papua secara khusus “memukul” pengusaha di bidang sektor jasa khususnya perhotelan.

“Memang tak hanya Papua namun seluruh Indonesia, kami terdampak sangat luar biasa dimana kini 30 persen saja yang sebelumya kami bisa mencapai 60 persen okupansi hingga Maret ini. Kegiatan banyak di-cancel,” katanya.

Sementara itu, General Manager Aston, Suharry mengakui penurunan revenue yang cukup signifikan akibat dari corona tersebut, pasalnya banyak kegiatan yang sudah terjadwal kini semua dibatalkan sehingga estimasi revenue yang ada jadi tak sampai.

“Diperparah dengan tak adanya hunian hotel yang sampai saat ini  hanya terjual 10 kamar. Ini cukup memukul bagi kami, jika ini berlanjut tentu tidak baik bagi bisnis,” katanya.

Ia bahkan menegaskan ada kurang lebih Rp 1,6 miliar pendapatan hingga 31 maret yang hilang akibat kebijakan dari imbas covid-19 ini seperti pengurangan kegiatan di perhotelan.

Uptode dari kasus Corona di Papua, dikutip dari Antara sebanyak empat orang yang berada di Papua, Indonesia saat ini masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tersebar di tiga kabupaten dan kota.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Papua sekaligus Jubir Covid-19 Papua Silvanus Sumule seperti dilansir Antara, Selasa (17/3/2020) pagi.

“Mereka masuk dalam pengawasan selain mengalami demam, batuk dan pilek juga baru kembali dari luar Papua,” jelas Silvanus.

Menurutnya, keempat orang yang masuk PDP saat ini sedang dirawat di rumah berbeda, sakit yakni di RSUD Merauke dua orang, RSUD Jayapura dan RSUD Biak masing-masing satu orang.

Rencananya, sampel atau swab dari keempat pasien dalam pengawasan tersebut dijadwalkan akan dibawa dan diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa di Balitbang Kemenkes pada hari ini. Dia menjelaskan, dua pasien dalam pengawasan yang dirawat di RSUD Merauke berjenis kelamin laki-laki berusia 46 tahun dan 51 tahun.

Sementara pasien yang ada di RSUD Jayapura berkelamin laki-laki berusia sekitar 45-46 tahun dan di RSUD Biak, laki-laki berusia 21 tahun.

Meski begitu, Silvanus belum mengetahui jumlah pasti orang yang berada dalam pemantauan (ODP) terinfeksi virus corona COVID-19 di Papua. “Kami masih menunggu laporan dinas kesehatan dari ketiga kabupaten dan kota,” tukas Silvanus.(sindung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

Komentar Terbaru

error: Content is protected !!