BerandaHukrimTNI/Polri Terus Buru Pembunuh Warga di Yahukimo

TNI/Polri Terus Buru Pembunuh Warga di Yahukimo

JAYAPURA–Aparat gabungan terus memburu Ananias Yalak, pembunuh Staf KPU Kabupaten Yahukimo bernama Hendry Jovhinski (24). Ini setelah Polres Yahukomo memasukkan Ananias ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penyisiran rumah warga kembali dilakukan aparat gabungan polisi dan TNI Senin (31/8) tak jauh dari lokasi dibununya Hendry, pada 11 Agustus 2020 lalu.
Sebanyak 50 personel yang terdiri dari Satuan Brimob Polda Papua, Kodim 1715 Yahukimo dan Polres Yahukimo dikerahkan dalam penyisiran untuk menangkap Ananias yang disinyalir memiliki hubungan emosional dengan warga setempat.
Penyisiran juga untuk mengungkap pelaku lainnya dalam kasus pembunuhan Muhammad Thoyid (39), seorang pekerja meubel di jalan Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai pada 20 Agustus 2020 lalu, serta pekerja toko bangunan bernama Yausan (31) di jembatan buatan Jalan Gunung, Distrik Dekai, pada Rabu (26/8) lalu.
Wakil Direktur Intelkam Polda Papua AKBP Angling Guntoro yang ditugaskan ke Yahukimo, memimpin jalannya penyisiran sekaligus razia senjata tajam. Ia menekankan agar setiap personel menerapkan protokol tetap serta mengutamakan keselamatan.
Personel gabungan dibagi menjadi tiga tim dan disebar ke tiga lokasi pembunuhan. Antaralain di jembatan Kali Buatan, titik kedua di lokasi Pasar Baru dan lokasi ketiga di kompleks Perumahan DPRD lama, Distrik Dekai.
“Penyisiran dan razia Sajam kami lakukan sebagai upaya mencari para pelaku pembunuhan. Selain itu, menjamin situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo,” ujar Guntoro, Senin (31/8) sore.

Aparat gabungan polisi dan TNI melakukan penyisiran. (Humas Polda for Bintang Papua Online)

Dari hasil razia, pihaknya berhasil menyita sejumlah senjata tajam. Antaralain tujuh busur panah, 100 anak panah, empat senapan angin, tiga tas noken serta empat buah gelang bercorak Bintang Kejora, dua tombak, dan tiga bilah parang panjang.
“Penyisiran dan razia Sajam berlangsung kurang lebih 3 jam. Selanjutnya senjata tajam hasil sitaan diangkut ke Mapolres Yahukimo,” kata Guntoro.
Untuk diketahui, tiga kasus pembunuhan sadis secara berantai ini telah menyita perhatian publik. Karenanya, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengirim tiga pejabat utamanya untuk mengusut tuntas kasus yang membuat ketakutan masyarakat Yahukimo.
Sebelumnya, aparat gabungan pernah memburu Ananias di sebuah rumah, kawasan hutan yang disinyalir sebagai tempat persembunyiannya. Namun, tidak ditemukan tempat itu.
“Hasil dari olah TKP telah cukup dan juga dilakukan reposisi oleh Dir Krimum Polda Papua, jajaran Satuan Reskrim Polres Yahukimo dan di backup jajaran Intelkam Polda Papua dan Intelkam Polres Yahukimo,” ujar Waterpauw.
Menurutnya, ada keterkaitan kasus pembunuhan Hendry Jovhinski dengan pembunuhan perantau asal Pasuruan Jawa Timur bernama Muhammad Thoyid (39) di Jalan Bandara Nop Goliat Distrik Dekai, pada 20 Agustus 2020 lalu.
Thoyid dibunuh secara sadis untuk mengaburkan pelaku dalam kasus pembunuhan Jovhinski. Namun jarak lokasi pembunuhan dua orang tersebut, secara berantai, memudahkan polisi melakukan penyelidikan. Diperkuat lagi dengan ciri-ciri yang disampaikan saksi Kenang Mohi (35), rekan kerja almarhum Jovhinski yang selamat saat kejadian.
“Tetapi pembunuhan terhadap Hendry Jovhinski adalah kasus yang utama,” kata Waterpauw.(tambunan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

Komentar Terbaru

error: Content is protected !!