JAYAPURA-Komando Distrik Militer 1705/Nabire menaikkan status keamanan siaga satu di Kabupaten Intan Jaya, pasca-penembakan prajurit TNI Praka Hendra Sipayung oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Jumat (12/2) kemarin.
“Saat ini anggota kami dalam posisi status keamanan siaga satu. Saya telah menginstruksikan seluruh anggota untuk meningkatkan kewaspadaan dan patroli di daerah Sugapa,” kata Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Benny Wahyudi saat dihubungi dari Jayapura, Sabtu (13/2).
Diketahui Intan Jaya masih masuk dalam wilayah teritorial Kodim 1705/Nabire. Benny mengatakan insiden penembakan terjadi saat Hendra bersama seorang rekannya sedang melintasi Kampung Mamba pada Jumat (12/2) pukul 15.15 WIT.
Pelaku langsung melarikan diri setelah melepaskan satu kali tembakan. Sementara Hendra mengalami luka di bagian pelipis. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Sugapa, selanjutnya diterbangkan ke Timika untuk mendapatkan pertolongan medis.
Benny mengungkapkan serangan anggota KKB terhadap Hendra diduga sebagai bentuk balas dendam, pasca-satu anggota KKB tewas tertembak dalam kontak senjata di daerah Hitadipa, pada 4 Februari lalu.
Dalam kotak tembak, Satuan Batalyon Infanteri 400/Banteng Raider berhasil melumpuhkan Peria Mirip, salah satu anggota KKB yang kerap melancarkan teror di Intan Jaya.
“Korban dalam kondisi masih sadar meskipun terkena tembakan di bagian pelipis. Rencananya akan diterbangkan ke Jayapura,” tambahnya.(tmb)