JAYAPURA-Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Brigadir Jenderal Mathius D. Fakhiri menegaskan jika pihaknya tak memberikan izin keramaian untuk peresmian venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dengan melibatkan 30 ribu orang di Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura pada Jumat (23/10) mendatang.
Pengurus Besar PON disarankan menggelar peresmian venue secara virtual tanpa menghadirkan ribuan penonton. Sebab, berpotensi menimbulkan klaster baru penyebaran virus Corona.
“Polda Papua tidak mengizinkan untuk melakukan acara hitung mundur 365 hari yang dilakukan secara terbuka dengan melibatkan 30 ribu orang. Kami sangat berharap peresmian venue PON dilakukan secara virtual,” kata Fakhiri kepada sejumlah wartawan di markasnya, Senin (19/10).
Agenda Pengurus Besar PON pada Jumat (23/10) mendatang yaitu peresmian Stadion Lukas Enembe yang sebelumnya bernama Stadion Papua Bangkit, meresmikan sejumlah venue PON XX yang berada di tiga klaster yaitu Kota dan Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke, serta pergantian nama Bandara Sentani menjadi Bandara Theys Eluay.
Selanjutnya, peluncuran buku Orang Asli Papua dan count down atau hitung mundur 365 hari menuju PON XX Tahun 2021, serta acara ibadah syukuran.
Fakhiri mengakui jika pihak PB PON telah melayangkan surat ke Polda Papua dengan nomor:13/PA-PERS/X/2020 tanggal 9 Oktober 2020 tentang permohonan izin keramaian.
“Sampai Kamis nanti kami selalu berkoordinasi untuk melihat secara detail rincian agenda kegiatan, termasuk run down acaranya harus berpedoman pada protokoler kesehatan, seperti yang ditegaskan oleh pak Kapolda Papua,” ujarnya.
Sebanyak 1.000 personel Kepolisian Resor Jayapura dengan bantuan TNI telah disiapkan untuk menjaga ketat proses peresmian secara daring. Nantinya, orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke dalam stadion.
“Panitia harus bertanggung jawab apabila ada pelanggaran sepanjang proses peresmian berlangsung. Tim dari Ditreskrimsus Polda Papua nanti akan mengambil langkah hukum,” tegasnya.
Ketua Harian PB PON XX, Yunus Wonda mengaku telah menerima saran dari Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw agar peresmian venue PON dan hitung mundur 365 hari pelaksanaan PON, digelar secara daring.
Pengurus Besar PON Papua telah menyiapkan alternatif serta sumber daya apabila peresmian secara langsung tak memungkinkan digelar.
“Kami panitia segera mendesain bentuk acara secara virtual, tentunya dengan berkoordinasi dengan pihak Polda Papua,” ujar Yunus. (tambunan)