Willem Wandik: Warga Tingkatkan Kewaspadaan
JAYAPURA-Kepolisian Resort Puncak menaikkan status keamanan menjadi siaga satu di wilayah hukumnya. Hal ini menyusul terjadinya kontak tembak antara aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) di Distrik Ilaga, Rabu (10/2) pagi.
Kapolres Puncak AKBP Dicky Saragih mengatakan kontak tembak terjadi selama dua jam di Kampung Ilambet, lokasi pembunuhan warga sipil bernama Rusman (42) pada Selasa (9/2) kemarin.
Korban yang bekerja sebagai tukang ojek tewas ditikam oleh KKB (OPM) berjumlah 6 orang pada pukul 18.30 WIT.
“Iya saat ini siaga satu. Sebanyak 40 anggota kami dengan bantuan 100 lebih rekan TNI sedang melakukan pengamanan di Ilaga,” ujar Saragih saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (10/2) siang.
Saragih menuturkan kontak tembak terjadi saat aparat gabungan mengevakuasi jenazah korban, Selasa (9/2) malam. KKB (OPM) juga melakukan tembakan saat pihak kemananan hendak mengambil sepeda motor korban, Rabu (10/2) sekira pukul 10.00 WIT.
“Mereka (KKB/OPM,red) mengeluarkan tembakan sekali-sekali dari arah ketinggian. Kami pun melakukan balasan sembari mengambil sepeda motor milik korban, sebagai barang bukti,” jelas Saragih.
Ia menambahkan patroli intens dilakukan aparat gabungan TNI dan polisi untuk mengantisipasi gangguan KKB (OPM) di Distrik Ilaga. Selain itu, memberi rasa aman bagi masyarakat.
Bupati Puncak Willem Wandik mengimbau masyarakat di Puncak agar meningkatkan kewaspadaan. Sebab, anggota kelompok ini masih berkeliaran di wilayah tersebut dan menggunakan senjata tajam maupun senjata api untuk menyerang warga.
“Kondisi ini menyebabkan warga sangat khawatir dan aktivitas mereka pun terganggu. Anggota kelompok ini pun tak dapat diprediksi keberadaannya,” tutur Willem.(tmb)