BerandaHukrimStaf KPU Yahukimo Dibunuh Secara Sadis Oleh OTK

Staf KPU Yahukimo Dibunuh Secara Sadis Oleh OTK

JAYAPURA – Hendrik Johpinski (24) staf KPU Kabupaten Yahukimo, Papua, tewas dibunuh secara sadis oleh dua orang tak dikenal dalam perjalanan ke Distrik Dekai, tepatnya di Jembatan Brasa Kecil, Kali Teh, Selasa (11/8), sekira pukul 14.20 WIT.

Hendrik ditikam di bagian dada depan dan belakang, serta leher. Sementara rekan korban bernama Kenang Mohi (35) yang juga staf KPU Yahukimo selamat.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Selasa (11/8) malam, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pembunuhan itu setelah keduanya mengantarkan obat untuk Karolina Pahabol (30), istri dari Kenan Mohi.

Saat dalam perjalanan menggunakan sepeda motor, kedua korban dihadang oleh dua orang tak dikenal. Kemudian, menanyakan asal usul Hendrik serta meminta agar menunjukkan kartu identitasnya. Dengan nada sinis, pelaku menanyakan apakah korban adalah orang Indonesia.

“Namun saat korban mengeluarkan KTP, Ia ditikam dari belakang, dan datang seorang warga menyerang warga yang ikut menyerang korban,” kata Kamal.

Kamal mengaku belum mengetahui modus pelaku tega membunuh Hendrik. Namun, keterangan Mohi mengatakan pelaku usai membunuh langsung meninggalkan korban, dan berjalan ke arah hutan.

Saat Hendrik ditikam, Mohi langsung meninggalkan motor dan berusaha mencari pertolongan dari warga setempat. Namun satu pelaku lainnya muncul dari bawah jembatan lalu kembali melukai leher korban menggunakan pisau sangkur.

Kata Kamal, Hendrik meninggal di lokasi kejadian akibat pendarahan. Sementara ciri-ciri pelaku diketahui berambut gimbal dan menggunakan celana loreng.

“Tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sementara jenazah korban disemayamkan di Masjid Raya Dekai Kabupaten Yahukimo,” jelasnya di Jayapura.

Dijadwalkan, Rabu (12/8) besok, jenazah Hendrik akan diterbangkan ke kampung halamannya Banyumas, Jawa Tengah untuk dimakamkan.

Bupati Yahukimo, Abock Busup menyampaikan duka cita atas kepergian Hendrik. Ia mengutuk pelaku pembunuhan yang dinilai sadis dan tidak berprikemanusiaan.

“Saya meminta polisi segera mengusut pelaku di balik pembunuhan ini. Apa pun alasannya tidak dibenarkan membunuh sesama manusia. Apalagi dengan sadis begitu,” tegas Busup, Selasa malam. (tambunan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

Komentar Terbaru

error: Content is protected !!