JAYAPURA-Kasus pembunuhan berantai di Yahukimo, sepanjang Agustus 2020 lalu, mulai menunjukkan titik terang. Setelah tim gabungan menangkap KY, salah satu pelaku yang terlibat dalam sejumlah kasus kekerasan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan KY ditangkap di kawasan Pasar Baru Distrik Dekai, usai menggelar bhakti sosial dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada Rabu (16/9) sore.
“Satu pelaku kekerasan telah ditangkap di Distrik Dekai. Pelaku telah ditahan di Polres Yahukimo. Kita akan kejar terus pelaku utama Ananias Yalak alias Senat Soll,” kata Waterpauw kepada wartawan di Jayapura, Kamis (17/9) siang.
Menurutnya, KY yang baru ditangkap merupakan anak buah dari Ananias Yalak, pelaku utama dalam kasus pembunuhan Staf KPU Yahukimo, Hendry Jovhinski (24) pada 11 Agustus 2020 lalu. KY sendiri disinyalir merupakan anggota KNPB. Sedangkan Ananias sudah bergabungan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
“Sebelum pembunuhan, Senat Soll sudah menyatakan diri sebagai Pimpinan Kodap III TPN-OPM di wilayah Yahukimo,” bebernya.
Kata Waterpauw, KY terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Distrik Dekai. Seperti pembunuhan dua warga sipil di Distrik Dekai, pasca pembunuhan Hendry Jovhinski, juga pembakaran Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI dengan Laporan Polisi Nomor LP/55/XII/2019/Papua/Res Yahukimo.
Kini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal. Hal ini untuk merunut kronologis lengkap serta motif di balik pembunuhan dua warga sipil dan keterkaitannya dengan pembunuhan Jovhinski.
“Semoga pelaku utama segera ditangkap untuk mengungkap benderang kasus ini. Saya sudah perintahkan Kapolres yang baru untuk melakukan pendekatan kepada para tokoh masyarakat sekaligus mengusut sejumlah kekerasan sadis yang terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya, Waterpauw mengaku jika pihaknya kesulitan dalam memburu Ananias Yalak, tersangka dalam kasus pembunuhan Staf KPU Yahukimo, Hendry Jovhinski. Namun, keberadaan pelaku disinyalir masih berada di sekitar Distrik Dekai.
“Kendalanya di komunikasi. Keluar dari areal Polres Yahukimo sudah tidak bisa lagi berkomunikasi. Alamnya tidak jadi masalah,” jelasnya. (tambunan)