BerandaRagamRaja Tabi akan Dipolisikan LMA Port Numbay

Raja Tabi akan Dipolisikan LMA Port Numbay

JAYAPURA-Raja Tabi atau yang diketahui bernama Marten Luther Apaseray (informasi nama diperoleh Bintang Papua dari Media Sosial) akan dipolisikan oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay dalam waktu dekat ini.

Penegasan ini dikatakan Ketua LMA Port Numbay, George Awi kepada Bintang Papua saat bertandang ke kediamannya, Minggu (21/3) sore.

Menurutnya, alat-alat bukti yang dibutuhkan sementara lagi dikumpulkan sebelum dilaporkan ke Polresta Jayapura Kota.

“Saya akan menempuh jalur hukum. Saya sedang mencari data-data, identitas mereka, siapa nama mereka berdua, dari kampung mana, alamatnya di mana. Data lengkap barulah saya laporkan ke polisi,” tegas Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura itu.
Dikatakan, untuk membuat laporkan polisi itu alat-alat bukti harus lengkap dan jelas sehingga proses hukumnya dapat berjalan dengan baik.

“Data lengkap baru lapor. Kalau data tidak lengkap, polisi tidak akan proses laporan kita,” tuturnya.

Tidak Ada Istilah Raja dalam Struktur Adat Tabi

George mengatakan bahwa dalam struktur adat Port Numbay atau Tabi tidak ada istilah raja, melainkan ondoafi/ondofolo.

“Dalam struktur adat kami hanya ada ondoafi (ondofolo,red), kepala-kepala suku dan perangkat lain yang ada dalam struktur adat itu,” jelasnya.

Dijelaskan, ondoafi itu dikukuhkan dalam kampungnya sendiri-sendiri dengan otoritas yang dimiliki oleh kampung itu. “Dia otonomi yang tidak dapat diintervensi oleh ondoafi lain,” tegas Ketua LMA Port Numbay itu.

George mempertanyakan keabsolutan Raja Tabi tersebut, dari mana jabatan itu diperoleh. “Kalau dia mengaku raja itu perlu dipertanyakan. Saudara-saudara kita di Raja Ampat, Fakfak itu yang masih memakai raja (Seperti Ondoafi di Tabi,red). Kalau kita di Tabi khususnya Port Numbay itu rata-rata semua sama menggunakan ondoafi,” terangnya.

Dijelaskannya, syarat untuk menjadi ondoafi itu seperti sebuah negara. Ondoafi itu kata Ketua LMA Port Numbay, harus memiliki tanah adat, masyarakat adat dan hukum-hukum adat yang berlaku dalam satu komunitas adat itu.

“Jabatan ondoafi itu turun-temurun. Kalau ondoafi meninggal maka anak pertamanya yang laki-laki secara otomatis menjadi ondoafi,” jelasnya dengan harapan masyarakat mengerti tatanan adat yang berlaku di Papua khususnya Port Numbay.

Keondoafian menurutnya, tidak dapat diangkat oleh lembaga atau negara apapun karena struktur keondoafian sudah sangat jelas yang dimengerti oleh kelompok masyarakat adat tersebut.

“Jadi ondoafi tidak bisa dilantik atau sebutan adatnya dikukuhkan oleh negara. Karena ondoafi merupakan representasi dari sebuah negara yang ada dalam tatanan adat,” kata George.

Kelompok Masyarakat Tertentu di Tabi Katanya Berasal dari PNG

Menurut Ketua LMA Port Numbay, pernyataan yang menyebut bahwa beberapa suku yang ada di Tabi berasal dari Papua New Guinea (PNG), itu sangat keliru.

“Saya dapat katakan ini keliru dan bisa dikatakan sebagai pernyataan provokatif. Mau memecah persatuan dan kesatuan masyarakat adat yang ada di Tabi ini,” mirisnya.

Ditegaskan olehnya, masyarakat Tabi dari Mamberamo Raya hingga Keerom dari dulu hingga kini saling menghormati satu dengan lainnya. “Saya tegaskan kami tolak pernyataan-pernyataan Raja Tabi,” tegasnya.

Pengukuhan ondoafi tidak perlu ada Surat Keputusan (SK) atau legatimasi dari negara. Karena, pengukuhan keondoafian itu terletak pada kekuasaan yang ada di kampung tersebut.

“Kami tidak perlu ada legalitas dari pemerintah. Kami itu (ondoafi,red) ada karena adanya legatimasi dari masyarakat hukum adat,” ujar mantan anggota MRP itu.

Mengapa Raja Tabi Baru Muncul di Tahun 2021

George menilai kemunculan Raja Tabi di tahun 2021 jangan mengaitkan dengan isu-isu apapun yang terjadi saat ini di Papua atau Tabi tetapi berpikir positif.

“Kalau saya dengan munculnya dia (Raja Tabi,red) di tahun ini hanya mencari panggung dan sesuap nasi, itu motivasi mereka. Masyarakat adat Papua secara umum dan Tabi secara khusus tidak akan mengakui Raja Tabi,” akunya.

“Pernyataannya sendiri dia menyebut beberapa suku, kampung di sini itu orang pendatang. Dia punya dasar dan bukti apa dapat mengklaim pendatang,” tanya dia.

Ondoafi ujar George Awi, tidak bisa jalan sembarang ke mana-mana tetapi harus tinggal diam di dalam rumahnya. “Urusan yang bagaimana dulu baru ondoafi itu bisa keluar dari rumahnya. Adatnya kami itu, kau mengaku ondoafi, nokenmu ada,” tuturnya sambil menyampaikan kepada Bintang Papua mencari tahu sendiri maksud noken tersebut.

Dia bilang ondoafi itu tugasnya banyak salah satunya kumpul masyarakat baru berikan makan. “Kita bikin acara itu ada kami punya orang dalam rumah yang tugasnya masak dan kasih makan masyarakat. Istri itu tugasnya bagaimana memanage, dan orang tua dulu bilang kalau mau nikah itu istrimu bagaimana, dia bisa ka tidak. Jangan datang, tungku api di dapur mati,” kata Ketua LMA dengan kalimat filosofi.

Ondoafi menurutnya harus dapat menjadi panutan dan contoh kepada masyarakat hukum adatnya. “Jangan jadi ondoafi baru kau punya anak jalan mabuk sembarang di pinggir jalan. Itu kau tidak cocok jadi ondoafi karena pemimpin yang hebat itu harus dari dalam dulu barulah keluar,” pesannya.

“Ondoafi itu harus bicara jujur dan menegakkan hukum. Kau punya keluarga seperti istri, anak salah ya harus bilang salah. Tidak ada unsur KKN dalam kepemimpinan ondoafi. Disitulah nampak orang itu bijaksana dan karismamu nampak,” sambungnya.

George bilang bahwa ondoafi itu jarang bicara dan dalam forum resmi itu bukan ondoafi yang bicara. “Dia (ondoafi,red) punya pesuruh yang bicara. Dia hanya duduk saja dan pesuruh sudah menanyakan semuanya kepada ondoafi dan menyampaikannya di para-para adat. Dan apa yang disampaikan merupakan keputusan yang harus dilaksanakan,” tandasnya.

LMA Port Numbay Tak akan Lakukan Audiensi dengan Raja Tabi

Secara tegas, George Awi menyampaikan tidak akan melakukan audiensi dengan Raja Tabi. “Saya tidak akan melakukan audiensi dengan mereka (Raja Tabi,red). Saya ini ondoafi dan tidak boleh lakukan audiensi dengan orang-orang sembarang yang kapasitasnya masih dipertanyakan,” tegasnya untuk menjawab desakan pemuda-pemuda Tabi untuk LMA Port Numbay melakukan audiensi dengan Raja Tabi.(yud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

Komentar Terbaru

error: Content is protected !!