JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua membantah klaim Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terkait adanya penyerangan disertai perampasan ribuan butir amunisi milik aparat gabungan TNI-Polri di empat pos darurat di Kabupaten Nduga, sejak tanggal 18-25 Mei 2020, lalu.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal di Kota Jayapura, Jumat (29/5), menyatakan hal tersebut adalah tidak benar atau hoaks.
Menurutnya, KKB pimpinan Egianus Kogoya hanya melakukan provokasi dan menyebarkan informasi yang menimbulkan kepanikan warga Papua khususnya di Kabupaten Nduga. Ini sebagaimana informasi yang disebar Juru Bicara TPN-OPM Sebby Sambom lewat media sosial facebook TPNPB News, baru-baru ini.
Dalam rilisnya, Sebby mengklaim pihaknya telah menyerang pos TNI-Polri di Kabupaten Nduga. Selain itu, KKB telah merampas amunisi serta alat komunikasi lainnya milik aparat keamanan Indonesia.
TPN-OPM juga mengatakan telah menduduki 4 pos darurat TNI-Polri di wilayah tersebut.

“Pasukan TPNPB berhasil menduduki Pos Darurat yang ditinggalkan TNI-Polri kemudian merampas perlengkapan militer yang tertinggal, di antaranya 60 magasen peluru aktif dan 1.800 butir amunisi,” kata Sebby dalam siaran persnya, Rabu (27/5) malam.
Tiga set peluru rantai juga berhasil dirampas. Selain itu, 16 peluru roket basoka, 30 buah tas ransel, 12 buah HP kamera merek Samsung, 6 buah HT, 2 HP Satelit Inmarsat dan Thuraya, 15 buah rompi anti peluru, sepatu PDL, baju dan celana, serta terpal dan peralatan lainnya yang belum dirinci.
“Kami tidak pernah menerima laporan dari Polres jajaran terkait kejadian tersebut. Yang terjadi yaitu penganiayaan dan perampasan senjata api milik anggota Polri yang berada di Pos Pol 99 Polres Paniai pada Jumat 15 Mei lalu,” kata Kombes Kamal kepada wartawan di Media Center Polda Papua, Jumat (28/5).
Hanya saja Kamal mengakui, jika KKB telah melakukan aksinya secara beruntun, seperti penembakan terhadap warga sipil di Mile 61 Area PT.Freeport, Kabupaten Mimika, pada hari Kamis (21/5) lalu.
Selanjutnya, penembakan terhadap dua petugas medis di Intan Jaya, Jumat (22/5) lalu yang menyebabkan satu petugas medis gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Distrik Wandai.
Sementara satu tenaga medis yang selamat kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire.
“Kami akan terus mengejar para pelaku, memang anggota kami di lapangan mengalami hambatan terkait medan yang sulit, tetapi itu bukan suatu halangan bagi TNI/Polri untuk melakukan penegakan hukum kepada kelompok tersebut,” tegas Kamal. (Tambunan)