JAYAPURA-Polisi menangkap enam orang yang diduga kuat memasok bahan makanan dan amunisi kepada Tentara Pembebasan Nasional Organiasi Papua Merdeka (TPN-OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Hengky Wamang di Timika, Papua.
Enam orang itu yakni berinisial YW, RM, EN, NM, EM, dan IM. Kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Mimika pasca ditangkap, Selasa (7/4) lalu. Mereka disinyalir menyuplai logistik KKB wilayah Kali Kopi, kawasan PT Freeport Indonesia.
Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menegaskan, pihaknya akan lebih fokus mengejar aktor yang mendesain kekerasan yang dilakukan TPN-OPM terhadap aparat keamanan dan pekerja serta warga sipil.
Menurutnya, berbagai aksi yang dilancarkan TPN-OPM selama ini tidak berlangsung secara spontan, melainkan dipersiapkan sekelompok orang.
“Kelompok di balik aksi inilah yang mengendalikan perang itu. Dalam tradisi masyarakat gunung, mereka disebut Wainemung, pengendali. Ketika itu belum tertangkap maka akan terus kami kejar,” kata Waterpauw usai memantau stok kebutuhan bahan makanan pokok di Kota Jayapura, Kamis (9/4).
Dia mengatakan, upacara adat bakar batu hanyalah modus yang digunakan TPN-OPM untuk menggalang kekuatan dari masyarakat. Mengingat, upacara tersebut dianggap sakral oleh masyarakat tradisional di Pegunungan Tengah Papua.
Dalam upacara itu pula TPN-OPM berkesempatan membuat komitmen bersama warga, setelah makan bersama.
Jenderal Polisi yang dua kali memimpin Polda Papua ini enggan membeberkan hasil pemeriksaan sementara dari enam warga pemasok logistik dan amunisi ke TPN-OPM tersebut.
Ia memberikan apresiasi kepada anggotanya yang telah berhasil memutus suplai bahan makanan dan amunisi untuk TPN-OPM selama ini.
“Memang ini tidak gampang. Mereka ini terorganisir dan saling bersinergi. Tetapi saya yakin cepat atau lambat aktornya ini bisa kami ungkap,” harap mantan Kapolda Sumatera Utara itu.(tambunan)