Sebulan Status Tanggap Darurat, Wagub: Hindari Keramaian
JAYAPURA-Awalnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memberlakukan status siaga darurat virus corona hanya 14 hari, namun status itu telah berubah menjadi sebulan sejak 17 Maret hingga 17 April 2020. Status ini berlaku di 29 kabupaten dan kota di Papua.
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal,SE,MM menyatakan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) jajarannya bekerja di rumah masing-masing. Warga diminta untuk tidak melakukan aktifitas di tempat-tempat keramaian.
“Berhubung semakin meningkatnya pasien virus corona di Indonesia, maka Pemerintah Papua menetapkan status siaga darurat pengendalian virus corona, berlaku mulai 17 Maret sampai dengan 17 April 2020,” tegas Klemen Tinal membacakan surat keputusan Gubernur Papua, di Kota Jayapura, Rabu (18/3) siang.
Dia mengatakan, apabila terjadi ancaman yang lebih besar yang ditimbulkan dari corona maka status ini akan ditingkatkan menjadi status tanggap darurat. Hal ini pun berdasarkan kajian medis dan epidemologi.
“Langkah-langkah pencegahan terus kami lakukan di 29 kabupaten dan kota di Papua. Tidak ada libur, tapi ASN bekerja di rumah masing-masing. Jadi untuk beberapa hari ini kita ikuti instruksi Presiden dan juga edaran dari Menpan RB serta Mendagri,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Silvanus Sumule mengatakan, hingga kini empat orang di Papua masuk daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mereka tersebar di tiga kabupaten dan kota.
“Keempat pasien saat ini dirawat di tiga rumah sakit yakni RSUD Merauke dua orang, RSUD Jayapura dan RSUD Biak masing-masing satu orang,” jelasnya.
Sementara, total 77 bed untuk pasien suspect corona telah dipersiapkan oleh delapan rumah sakit rujukan di Papua. Jumlah itu berada di ruang isolasi RSUD Jayapura dengan jumlah 14 bed, RSUD Nabire 5 bed, Merauke 5 bed, RS Marten Indey 30 bed, RS Bhayangkara 10, RSUD Yowari Kabupaten Jayapura 9 bed, RS Provita 2 bed, dan RS Dian Harapan 2 bed.
“Personel Litbang Kemenkes tiba hari ini di Jayapura untuk membantu kita mempersiapkan laboratorium, bekerja sama dengan Labkesda. Agar pemeriksaan bisa kita lakukan di sini,” kata Sumule di tempat yang sama.
Dia menambahkan, personel dari Litbang Kemenkes datang dengan membawa peralatan yang diperlukan untuk laboratorium pemerikasaan sampel swab dari terduga suspect Covid-19. Tenaga laboraturium juga telah dipersiapkan pemerintah setempat.
“Laboratoriumnya ditempatkan di Litbangkes yang berada di Dok II Atas,” jelasnya seraya berharap proses pemeriksaan sampel swab dari (PDP) bisa segera dilakukan di Papua. (tambunan)