Penembakan Dilakukan di Tengah Merebaknya Covid-19 di Seluruh Dunia
JAYAPURA-Penembakan yang terjadi terhadap karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) Senin (30/3) yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tengah merebaknya Virus Corona (Covid-19) di seluruh dunia terlebih khusus di Papua (Indonesia) dianggap sebagai teroris.
Penegasan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Trikora Papua, Albert Ali Kabiay di Kota Jayapura, Rabu (1/4).
“KKB (TPN-OPM,red) Papua sudah layak dicap sebagai teroris kelas dunia karena aksinya di tengah pandemi Virus Corona. Mereka tak perduli dunia sedang dilanda wabah Virus Corona. Mereka musuh kita bersama,” tegas Ali Kabiay.
Dia pun sangat menyayangkan aksi TPN-OPM pimpinan Jhonny Botak yang kerap melancarkan teror di kawasan PT. Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Timika, Kabupaten Mimika.
Menurutnya, TPN-OPM telah merampas hak hidup orang banyak, dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.
“Atas nama umat manusia, kita mengecam tindakan yang dilakukan KKB (TPN-OPM,red) yang menewaskan karyawan Freeport. Mereka malah mencari perhatian dunia dengan aksi teror di tengah musibah yang dihadapi dunia internasional saat ini,” mirisnya.
Ia mengatakan TPN-OPM harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Selaku pemuda asli Papua, Kabiay sangat mendukung aparat keamanan untuk melakukan penegakan hukum terhadap TPN-OPM atas berbagai aksi terornya selama ini.
Merujuk UU Nomor 5 Tahun 2018, kata Kabiay, TPN-OPM layak dikategorikan sebagai teroris yang harus ditindak secara hukum. Undang-undang ini mengatur tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
“Sejak lama hak rasa aman bagi orang-orang di Papua sangat terganggu dengan adanya KKB (TPN-OPM,red) yang terus menerus meneror dan mengintimidasi. Mereka sebagai warga sipil menyalahgunakan senjata, padahal merujuk hukum mereka tidak berhak memiliki dan menguasai senjata itu,” tegasnya.
Sebelumnya, TPN-OPM di bawah komando Jhonny Botak menyerang komplek perkantoran PT Freeport di Kuala Kencana, Timika, Senin (30/1) siang. Graeme Thomas Wall (57) karyawan Freeport berkewarganegaran Selandia Baru, tewas dalam peristiwa itu. Selain itu, dua rekan kerjanya kritis dan kini masih dalam perawatan medis, yakni Jibril MA Bahar (49) mengalami luka tembak pada perut bagian kanan dan paha bagian kanan, dan Ucok Simanungkalit (52) luka pada siku kanan dan punggung belakang.
Kini, jenazah Graeme Thomas Wall tengah diterbangkan ke negaranya. Jenazah berangkatkan menggunakan pesawat Air Fast PK-OCS melalui Bandara Lama Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (1/4) siang, dan transit melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, jenazah sebelumnya diawetkan dalam ruang pendingin Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, lalu dikemas sesuai perosedur pengiriman lewat pesawat.
“Jenazah korban diangkut dari RS Caritas menggunakan Ambulance AEA ISOS milik PT Freeport menuju hanggar pesawat di bandara lama Mozes Kilangin,” katanya.
Dia menjelaskan, pesawat yang mengangkut jenazah Graeme berangkat pada pukul 12.30 WIT. Diperkirakan, jenazah akan tiba di negaranya pada Kamis (2/4) besok. (tambunan)