JAYAPURA-Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03 Abepura, Kodim 1701 Jayapura, Serma Maikel Merahabia menyebut Nafri adalah kampung merah putih karena tercatat ada tujuh pahlawan nasional dari kampung ini yang ikut dalam pembebasan Irian Barat dari Belanda.
“Kampung Nafri dari dulu hingga saat ini tetap berjalan di dalam bingkai NKRI dan tidak pernah keluar dari jalur kebangsaan, apalagi ada pahlawan nasional yang ikut dalam pembebasan Irian Barat dari Belanda yakni Tete Elly Uyo dan enam orang lain tetapi saya lupa namanya,” kata Maikel Merahabia di sela-sela kegiatan jalan santai di Kampung Nafri, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/8).
Menurut Serma Maikel, Nafri kalau disebut kampung merah putih itu wajar karena sejak dulu masyarakatnya tidak pernah terlibat gerakan apapun yang bertentangan dengan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Meski kampung ini dianggap pemuda-pemudinya nakal-nakal tetapi dalam nilai-nilai kebangsaan mereka sangat tunduk terhadap pemerintahan Indonesia,” ujarnya.
Serma Maikel menjelaskan kepatuhan terhadap pemerintah maka warga Kampung Nafri paling banyak bekerja di pemerintahan dan TNI/Polri.
“Kalau kita mau lihat anak-anak di sini paling banyak jadi pegawai, polisi dan tentara, itu yang mungkin membuat kecintaan begitu besar terhadap negara ini,” katanya.
Dia menambahkan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan RI pada tahun ini, warga kampung berbondong-bondong memasang umbul-umbul dan bendera merah putih di setiap rumah sehingga mencerminkan kecintaan begitu besar terhadap NKRI.
Kepala Kampung Nafri, Yohan Merahabia mengatakan Nafri memang kampung merah putih dan banyak pahlawan nasional yang lahir dari tempat ini.
“Banyak pahlawan di kampung sini dan waktu penumpasan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia G30S/PKI tercatat ada 10 pemuda yang dikirim ke sana (Jakarta dan Pulau Jawa),” ujarnya.
Menurut Yohan, meski ada isu-isu tentang perpecahan bangsa, masyarakat Kampung Nafri tetap tenang dan ikut perintah dari pemerintah.
“Coba lihat, mau kegiatan yang menyimpang dari negara warga di kampung ini tidak pernah ikut terlibat dan itu yang membuat kami banyak yang dipercayakan bekerja sebagai pegawai maupun TNI/Polri,” katanya.(iko)