BerandaKilas PapuaMusim Buah Sebabkan Terjadinya Kasus ISPA

Musim Buah Sebabkan Terjadinya Kasus ISPA

SENTANI-Penyebab Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Jayapura terjadi karena banyak faktor salah satunya dengan adanya musim buah.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura Khairul Lie kepada Bintang Papua di ruang kerjanya, Kamis (10/8).

Dikatakan, selain musim buah yang mungkin banyak mengandung getah sehingga menyebabkan lendir ketika masyarakat mengkonsumsi buah mengakibatkan infeksi pernapasan.

Dan musim panas atau kemarau serta debu yang disebabkan oleh aktifitas kendaraan di wilayah perkotaan yang begitu tinggi sehingga angka ISPA di wilayah ini juga ikut naik.

“Angka di tahun lalu itu dari 10 pola penyakit, kasus ISPA sekitar 28,68 persen. ISPA dan malaria urutannya selalu bergantian di posisi satu dan dua setiap tahun, contoh 2021 ISPA urutan pertama sedangkan malaria urutan kedua dan di tahun berikutnya sebaliknya,” kata Khairul Lie.

Khairul menyebut kasus ISPA di 2023 angkanya setiap bulan selalu tercatat sebagai bahan evaluasi yang dilakukan pihaknya untuk penanganan berkala.

“ISPA setiap bulannya sekitar 1000 kasus lebih dari 19 distrik di Kabupaten Jayapura dan angka itu tercatat dari Januari hingga Juli 2023,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan masker saat COVID-19 dari 2019-2022 itu ada ‘untungnya’ karena angka ISPA bisa ditekan sebab salah satu ‘pintu masuk’ terjadinya ISPA dari hidung dan mulut.

Khairul menambahkan penyebab lain kasus ISPA adalah perumahan padat penduduk, Buang Air Besar (BAB) sembarangan dan masak di dalam rumah yang menyebabkan menebalnya asap yang dapat mengganggu pernapasan kalau hal itu dilakukan berulang kali.

“ISPA kalau tidak diobati dengan baik maka akan berkembang ke radang paru-paru (pneumonia), sehingga kami terus melakukan sosialisasi dan pengobatan kontinyu untuk menekan kasus tersebut,” ujarnya.(iko)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

Komentar Terbaru

error: Content is protected !!