Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua menyebutkan atlet dari cabang olahraga (Cabor) atletik 400 meter putra Eqman YE Kafiar yang baru berusia 16 tahun berhasil lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut).
Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua George Weyasu mengatakan dari Cabor atletik yang sudah lolos PON XXI Aceh-Sumut sebanyak tujuh atlet.
“Ketujuh atlet ini dari berbagai nomor dan ada yang membuat kita bangga karena ada atlet nomor 400 meter putra Eqman YE Kafiar lolos PON padahal baru berusia 16 tahun, tentu ini sesuatu yang patut kita syukuri,” katanya pekan lalu.
Menurut George, Eqman lolos PON karena berhasil mencatatkan waktu pada final Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2023 48.90 dan memperoleh medali emas.
“Memang di atletik dan beberapa Cabor lainnya perhitungan untuk lolos ke PON tidak harus dari Pra-PON atau babak kualifikasi tetapi dari catatan pertandingan yang diikuti maupun limit lari maupun limit jarak lempar, kalau di bawah limit yang ditentukan untuk lolos PON maka otomatis akan lolos,” ujarnya.
George menjelaskan selain Eqman yang telah lolos PON XXI 2024 terdapat enam atlet lainnya Agus A Ndiken (lempar lembing), Agus Ngamar Mahuse (lempar lembing), Mergina Asyerem (lari 400 meter putri), Edgar D Weyai (lompat tinggi), Eventus Gebze(lempar lembing) dan Vinsensia Anjaram (lompat jauh putri).
“Kami sangat berharap kepada ketujuh atlet atletik Papua ini akan mampu mengharumkan nama Papua pada perhelatan olahraga akbar empat tahunan di Aceh maupun Sumut,” katanya.
Sementara itu anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Papua Dominggus Lutrun menilai ketujuh atlet ini akan membawa harum nama Papua di PON XXI.
“Saya tidak ragukan anak-anak ini, karena telah tahu kemampuan dan kualitas mereka, di antara ketujuh orang ini ada yang telah mengikuti Pelatnas atletik Desentralisasi Mimika sehingga sudah punya pengalaman latihan maupun bertanding,” ujarnya.
Tercatat ada dua atlet atletik yang kemungkinan akan menyusul ketujuh rekannya Arnoldus Kaize pada nomor lempar cakram dan Krisdianto Makringo nomor 400 meter, apabila di ranking mereka masuk dalam limit PON maka akan lolos karena Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indoensia (PB PASI) cukup sangat berat mengeluarkan rekomendasi kalau limit yang ditentukan tidak tercapai. (yud)