JAYAPURA–Setelah menjadi viral di Media Sosial (Medsos) Facebook penganiayaan sopir truk Yus Yunus (26) hingga tewas pada Minggu (23/2) di Jalan Trans-Nabire, Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai di hadapan aparat kepolisian, maka Polda Papua menginstruksikan untuk mengungkap kasus tersebut dan saat ini lima orang anggota Polsek Kamu, Dogiyai sedang menjalani pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Nabire, Rabu (4/3).
Adapun lima personel Polsek Kamu yang masih diperiksa sesuai data yang diperoleh Bintang Papua dari Polda Papua yakni Ipda AR, Aipda S, Aipda AS, Bripka JAS dan Bripda FAP.
“Pemeriksaan terhadap lima personel Polsek Kamu tersebut menyangkut keberadaaanya di lokasi kejadian saat kasus kecelakaan lalu lintas yang berujung terjadinya tindak pidana pengeroyokan di Dogiyai pada Minggu (23/2) lalu. Akibatnya, Yus Yunus meninggal dunia,” terang Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Rabu (4/3) sore.
Kamal mengatakan, penahanan terhadap anggota polisi tersebut merupakan bukti bahwa Polda Papua serius dalam penanganan kasus yang terjadi di Kabupaten Dogiyai. Diduga, kelima anggota Polsek Kamu itu lalai dalam penanganan awal. Sehingga penganiayaan terjadi dan menelan korban jiwa.
“Anggota di lapangan juga telah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut untuk mengungkap fakta sebenarnya. Para pelaku penganiayaan saat ini masih dilakukan pengejaran oleh anggota kami di lapangan,” jelas Kamal.
Kamal menegaskan, kasus tersebut bermula dari adanya kasus kecelakaan lalu lintas. Dimana sepeda motor Yamaha yang dikendarai oleh Damianus Mote (37) melaju hingga menabrak babi, lalu hilang kendali dan langsung menerobos jalur truk yang di kemudikan Yus Yunus.
“Akibat kecelakaan tersebut saudara Damianus Mote (37) meninggal dunia. Kemudian, massa yang melihat kejadian tersebut berdatangan ke lokasi kejadian dan melakukan penganiayaan terhadap sopir truk Yus Yunus,” terang Kamal.
“Saat terjadi penganiayaan, anggota Polsek Kamu dan anggota Brimob yang mendatangi ke lokasi kejadian sempat menghalangi massa dan berusaha melindungi almarhum Yus Yunus,” tambahnya seraya mengatakan Polda Papua masih menunggu hasil pemeriksaan.(tambunan/yud)