JAYAPURA-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua Jhony Banua Rouw meminta pihak kepolisian dan TNI mengusut kasus penembakan lima (5) warga Kabupaten Puncak yang terjadi pada 20 November lalu, secara transparan.
Hal itu dikatakan Jhony Banua Rouw didampingi Ketua Pansus Kemanusian DPR Papua Feryana Wakerkwa dan beberapa anggota Pansus, dalam konfrensi pers yang dilakukan di salah satu hotel di Kotaraja, Sabtu (5/12).
Tak hanya itu, DPR Papua juga mengutuk keras semua kejadian penembakan yang terjadi di Papua terlebih khusus di Kabupaten Puncak.
“DPRP mengutuk kejadian penembakan yang terjadi di Papua khususnya di Puncak. Yang mana dalam peristiwa itu, korbannya merupakan anak-anak yang umurnya di bawah usia 17 tahun. Dan mereka masih bersekolah,” kata Jhony Banua.
Dikatakannya, peristiwa penembakan terhadap empat (4) pelajar di Kabupaten Puncak merupakan tindakan yang sangat ironis.
Pasalnya lanjut Jhony Banua, dengan usia korban yang masih di bawah 17 tahun, dituduh sebagai bagian dari separatis bersenjata.“Ini harus diklarifikasi dengan baik. Bagi kami dengan usia di bawah 17 tahun tidak mungkin (Bagian dari separatis),” ujarnya.Menurutnya, DPR Papua akan mengawal kasus tersebut. Dan meminta polisi serta TNI melakukan investigasi dengan baik dan profesional.
“Hasilnya disampaikan secara transparan ke rakyat. (Sehingga) rakyat tidak terus jadi korban kambing hitam. Dan hidup dalam trauma yg berkepanjangan,” tuturnya.Lanjut Jhony Banua Rouw, apabila dalam investigasi itu terbukti pelakunya merupakan oknum aparat, harus ditindak tegas.
“Kami juga minta ada perlindungan terhadap saksi mata yang selamat dalam peristiwa penembakan itu. Kami akan upayakan minta badan atau lembaga melindungi saksi. (Sehingga) proses penyelesaian masalah ini bisa dibuka. Dan membuktikan siapa pelakunya,” pintanya.Diungkapkannya, DPR Papua melalui Pansus Kemanusiaan akan terus bekerja.
Ditambahkannya, di bulan ini pihaknya mengajak masyarakat, separatis, TNI dan polri menjaga situasi kamtibmas.“Kita sudah masuk di Desember. Bulan penuh damai bagai kami umat Kristen. Masyarakat, kelompok bersenjata dan aparat keamanan harus menjaga suasana Natal dengan baik. (Sehingga) kami bisa rayakan Natal dengan suka cita,” imbuhnya.Sementara itu, Ketua Pansus Kemanusiaan DPR Papua, Feryana Wakerkwa mengungkap temuan Pansus Kemanusiaan di lokasi penemuan empat (4) jenazah berupa selongsong peluru, tas alat ibadah berwarna loreng dengan logo dan tulisan Allaat Ibadah TNI.2018.757, bungkus makanan kaleng, bungkus air minum, bungkus tisu basah dan bungkus mie instan.
“Barang-barang bukti itu ditemukan oleh enam orang teman dan kerabat keluarga korban yang hendak pergi memastikan keberadaan Atanius Murib yang ditembak dan meninggal dalam perjalanannya pulang ke kampung halaman untuk merayakan Natal bersama orang tuanya,” kata Feryana Wakerkwa.
Selain barang-barang bukti yang sudah diamankan oleh pihak keluarga korban dari lokasi kejadian, kata Feryana pihaknya juga sudah mendengar langsung kesaksian Manus Murib korban penembakan yang selamat.“Kesaksiannya penting sekali (sehingga) kami juga mendorong adanya jaminan keamanan bagi Manus Murib,” harapnya.(nik)