BerandaHukrimJenazah Korban Serangan OPM Diterbangkan ke Selandia Baru

Jenazah Korban Serangan OPM Diterbangkan ke Selandia Baru

JAYAPURA-Jenazah Graeme Thomas Wall (57), warga negara Selandia Baru yang tewas ditembak Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), diterbangkan ke negara asalnya, Rabu (1/4).

Jenazah Graeme diberangkatkan menggunakan pesawat Air Fast PK-OCS melalui Bandara Lama Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika Rabu (1/4) siang dan transit melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan akan tiba di Selandia Baru, Kamis (2/4).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, jenazah sebelumnya diawetkan dalam ruang pendingin Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, lalu dikemas sesuai perosedur pengiriman lewat pesawat.

“Jenazah korban diangkut dari RS Caritas menggunakan Ambulance AEA ISOS milik PT Freeport menuju hanggar pesawat di bandara lama Mozes Kilangin,” katanya.

Dia menjelaskan, pesawat yang mengangkut jenazah Graeme Thomas Wall berangkat pada pukul 12.30 WIT. Diperkirakan, jenazah akan tiba di negaranya pada Kamis (2/4) besok.

Seperti diketahui, Graeme Thomas Wall tewas dalam sebuah serangan TPN-OPM di kompleks perkantoran PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Senin (30/3) sekitar pukul 13.50 WIT. Ia tewas di tempat setelah mengalami luka tembak di bagian dada kiri.

Selain itu, dua rekan kerjanya juga kritis akibat diterjang peluru TPN-OPMA. Keduanya yakni Jibril MA Bahar (49) mengalami luka tembak pada perut bagian kanan dan paha bagian kanan, dan Ucok Simanungkalit (52) luka pada siku kanan dan punggung belakang.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menduga Jhonny Botak Cs adalah dalang di balik peristiwa mengenaskan ini. Jhonny sendiri merupakan pimpinan TPN-OPM Kali Kopi yang kerap mengganggu keamanan di areal PT Freeport Indonesia.

“Anggota kami dengan perbantuan rekan TNI masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Jhonny Botak kami duga kuat sebagai aktor penembakan ini. Kita ketahui selama ini dia dan pengikutnya selalu mengganggu keamanan di areal itu,” beber Waterpauw, Senin (31/3) lalu.(tambunan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

Komentar Terbaru

error: Content is protected !!