JAYAPURA-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Mendengar Pidato Presiden RI dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020. Pidato Kenegaraan Presiden RI Dalam Rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Pidato Presiden Pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2020-2021, Jumat (14/8).
Dalam pidato Presiden RI Ir H Joko Widodo itu, ada tiga poin penting yang disampaikan yakni terkait penanganan Covid-19, ekonomi dan kebijakan-kebijakan. Namun dari tiga poin itu, tidak didengar kebijakan-kebijakan yang diambil Pemerintah Pusat (Pempus) dalam membangun Papua.
Oleh sebab itu, Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw,SE berharap dalam pidato Presiden RI Ir H Joko Widodo pada saat Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang, ada muncul statement kebijakan terkait Papua, terlebih khususnya mengenai perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang akan berakhir di 2021 mendatang.
“Kalau kita mengikuti dengan seksama pidato presiden ada tiga agenda besar yang disinggung yakni penanganan Covid-19, ekonomi dan kebijakan-kebijakan. Namun memang kita belum mendengarkan apa yang menjadi kerinduan Pempus membangun Papua. Kita berharap nanti di pidato berikutnya mungkin di upacara 17 Agustus atau di DPR RI, muncul statement kebijakan terkait Papua. Yang kita tahu saat ini isu perpanjangan dana Otsus sedang hangat diperdebatkan,” kata ketua DPR Papua yang akrab disapa JBR saat ditemui awak media usai mendengarkan pidato presiden.
Dikatakannya, jika pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko widodo mengeluarkan statement terkait perpanjangan dana Otsus, itu akan menjadi bahan untuk DPR Papua.
Tak hanya itu, lanjut Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw, dirinya berharap di APBN dalam masa waktu yang tersisah ini, berapa besar anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk Provinsi Papua.
“Jadi ada dua masa sidang lagi. Kita pasti akan menunggu karena itu kebijakan pusat. Tentu apa yang disampaikan itu, kita akan lakukan pembahasan di sini,” pungkasnya.(nik)Â