DEKAI– Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu ) Kabupaten Yahukimo Sipius Mirin mengakui, dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan Pilkada di Yahukimo pihaknya mengalami banyak tantangan.
” Masalah tantangan dalam pilkada di Kabupaten Yahukimo sangat berat sekali. Tapi kami sebagai anak daerah yang ditugaskan untuk bekerja, kami selalu bekerja semaksimal mungkin,” kata Sipius Mirin kepada bintangpapua.online di Dekai Rabu,(07/10).
Mirin menyebutkan, tantangan yang sering dialami salah satunya adalah transportasi. Dimana Kabupaten Yahukimo yang memiliki 51 distrik, 517 kampung, dan untuk menjangkau sejumlah distrik dan kampung tersebut harus menggunakan transportasi udara dengan sistim carteran.
” Pengiriman logistik hingga anggota Pandis yang kami rekrut, sampai saat ini ada di sini. Karena dalam satu bulan baru ada pesawat, itupun harus dicarter. Dan harga carteran mencapai Rp30 hingga 40 juta satu kali penerbangan, itu yang menjadi tantangan kami selama ini,” kata Mirin.
Sipius Mirin menyebutkan, jumlah anggaran yang disiapkan sendiri sebanyak Rp 20 miliar, anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran honor-honor. Sehingga, kini pihaknya mengalami kendala untuk melakukan pengawasan di 51 distrik dan 517 kampung.
Kendati demikian, Ketua Bawaslu berharap, agenda nasional pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dapat berjalan dengan baik, dan melahirkan pemimpin yang takut akan Tuhan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam memajukan kabupaten Yahukimo selama kurun waktu lima tahun kedepan. (Ruland Kabak).