BerandaKilas PapuaIni Penjelasan Haris Azhar tentang Penembakan Pdt Yeremia Zanambani

Ini Penjelasan Haris Azhar tentang Penembakan Pdt Yeremia Zanambani

JAYAPURA-Setelah pemerintah pusat menurunkan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) ke Intan Jaya untuk mengupas secara detail kronologis kejadian pembunuhan Pdt Yeremia Zanambani beberapa waktu lalu, nampaknya hal itu belum dianggap puas oleh tokoh-tokoh intelektual Papua.

Nah, oleh sebab itu tokoh-tokoh intelektual Papua membuat tim independen untuk mencari akar persoalan dan siapa pembunuh Pdt Yeremias Zanambani, karena hingga saat ini masyarakat masih dibuat kebingungan antara informasi yang disampaikan oleh media dimana pembunuhan terdapat dua versi baik dari TNI/Polri dan TPN-OPM (KKB).

Tim Independen Kemanusiaan ini terdapat tokoh Hak Azasi Manusia (HAM) Nasional, Haris Azhar yang juga ikut menjelaskan perihal kejadian yang terjadi di Intan Jaya tersebut.

“Pdt Yeremia Zanambani dibunuh pada 19 september 2020 di Kampung Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya,” kata Haris Azhar kepada wartawan dalam konferensi pers pada salah satu hotel di Kota Jayapura, kamis (29/10).

Dijelaskan bahwa kehadiran koramil di Kampung Hitadipa pada bulan Oktober 2019 berawal dari penembakan terhadap tiga tukang ojek dan semua warga non Papua.

“Masyarakat Hitadipa pernah melakukan musyawarah adat untuk menentukan dimana lokasi tanah yang akan diberikan kepada TNI dan lokasinya di atas bukit sering disebut Umbuapa,” terangnya.

Namun kata Haris, tawaran tersebut tidak ditindak lanjuti oleh pihak TNI (Koramil) untuk mendirikan Kantor Umbuapa. Pada bulan Desember saat masyarakat banyak yang keluar dari Kampung Hitadipa, TNI menduduki SD YPPGI dan SMP Satu Atap di Hitadipa yang kemudian dijadikan markas Koramil hingga saat ini.

Selanjutnya, pasca-penembakan dan pembunuhan kepada Pdt Yeremia justru jumlah pasukan semakin bertambah mulai dari pasukan organik dan non organik diantaranya pasukan 433/Brawijaya, Kopassus 1 Regu, 753 Pasukan Infantri.

“Saat kejadian istri almarhum Meriam Zoani/Zanambani (istri Pdt Yeremia Zanambani,red) pukul 14.55 WIT bertemu dengan rombongan anggota TNI di ujung lapangan terbang Hitadipa,” terang Haris lagi.

“Mereka (TNI,red) berjumlah cukup banyak barisan nya panjang 50-60 meter, dipimpin oleh Alpius. Mama (istri almarhum Meriam Zoani/Zanambani,red) terkejut saat melihat rombongan tersebut, (namun) mama baru agak sedikit lega ketika melihat Alpius yang memimpin,” sambungnya.

Haris menjelaskan bahwa Alpius telah dianggap oleh Pdt Yeremia Zanambani sebagai anak sendiri sehingga tidak menaruh curiga padanya.

“Pdt Yeremia sudah mengganggap Alpius seperti anak sendiri karena kerap beberapa kali ke rumah mereka untuk mandi, makan dan minum bersama,” urainya.

Haris mengatakan sebagaimana data yang diperoleh Tim Independen Kemanusiaan di lapangan, Alpius tanya ke istri almarhum Meriam Zoani/Zanambani, apa mama (istri almarhum Meriam Zoani/Zanambani) lihat orang, mama jawab tidak.

Apa mama lihat orang di jalan, mama jawab tidak. Kemudian pertanyaan ketiga diberikan Alpius, jadi bapak ada di kandang babi, mama jawab iya, kemudian empat orang menuju ke kandang babi, salah satunya Alpius.

“Dua anggota TNI berdiri jarak 23,79 meter dari jalan induk Kabupaten Intan Jaya sedangkan dua lainnya salah satunya Alpius langsung menuju ke kandang babi dan melakukan perintah angkat tangan dan Pdt Yeremia Zanambani mengangkat tangan sambil berkata saya hamba Tuhan dan dua anggota TNI itu melakukan dua tembakan ke tangan kiri Pdt Yeremia Zanambani dan ke arah dinding. Pdt Yeremia Zanambani jatuh lalu diduga ditusuk dengan pisau tajam pada bagian belakang badan,” pungkasnya.

Kami Redaksi Bintang Papua turut berduka atas meninggalnya Pdt Yeremia Zanambani. Kami berharap kasus ini segera terungkap sebenar-benarnya sehingga masyarakat Papua dan masyarakat Indonesia bahkan dunia dapat mengetahuinya. Dan kami berharap jangan lagi ada kekerasan hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang Papua maupun orang yang hidup di Papua.(berti/redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

Komentar Terbaru

error: Content is protected !!