DEKAI-Gereja Kristen Injili (GKI) di tanah Papua Klasis Yalimo Angguruk jemaat Siegfried Zollner menggelar syukuran atas pemasangan papan nama gereja Sabtu,(12/09).
Ketua Majelis Tomas Wandik usai melaksanakan ibadah syukuran mengatakan, GKI Klasis Yalimo Angguruk Jemaat Siegfried Zollner Yalimek mendirikan sebuah jemaat baru dan dini hari seluruh jemaat mengadakan syukuran sekaligus pemasangan papan nama gereja.
Wandik menjelaskan, Gereja GKI jemaat Siegfried Zollner Yalimek merupakan gereja bahasa daerah (Yali Mek). Wandik beralaskan, pihaknya mendirikan gereja bahasa daerah sebab, sebelumnya para hamba-hamba Tuhan telah meluncurkan Alkitab dan nyanyian rohani kidung jemaat yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yali Mek dan selama ini pihaknya tidak pernah melakukannya, sehingga dengan adanya gereja ini masyarakat Yalimek boleh dapat memuji dan memuliakan Tuhan sesuai dengan bahasa mereka.
” Gereja ini kami dirikan bukan karena keinginan kami sendiri, tapi dengan persetujuan seluruh jemaat dan para pimpinan gereja GKI jemaat Metanoia,” katanya.
Wandik menambahkan, tujuan dari gereja ini dirikan karena orang Yalimek juga mempunyai iman, sehingga dengan beribadah menggunakan bahasa daerah, iman jemaat Siegfried Zollner dapat bertumbuh.
Sementara itu, Yeski Iksomon Bendahara Klasis Yalimo Angguruk menjelaskan, pihaknya mendirikan gereja jemaat Siegfried Zollner melalui sidang Klasis yang dilakukan pada tahun 2017 lalu bertempat di gedung Gereja GKI Metanoia Dekai.
” Kita juga sudah masukan ke Ketua Sinode GKI dan beliau sangat respon baik masukan kami. Dan beliau menyetujui apa yang kita usul sehingga kami bangun gereja jemaat Siegfried Zollner Yalimek di Dekai,” jelas Iksomon.
Iksomon juga menambahkan, jemaat Siegfried Zollner Yalimek didirikan karena badan Klasis melihat kebutuhan yang mendasar. Dimana selama ini pihaknya telah mempunyai Alkitab dan kidung rohani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yalimek namun selama ini tidak pernah digunakan. (Ruland Kabak)