JAYAPURA– Botram merupakan salah satu tradisi orang Sunda yang hingga kini masih dipertahankan keberadaannya. Botram sendiri adalah makan bersama, dalam satu tempat biasanya beralaskan daun pisang.
Masing-masing membawa makanan kemudian digabungkan, duduk berhadapan sambil bersenda gurau menikmati santapan yang ada diatas daun pisang.
Dan dalam rangka melestarikan tradisi ini, Minggu (13/09) sekitar seratusan warga Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Sunda Ngumbara (FSN) berkumpul di kediaman Andri Jl. Nirwana Angkasa Jayapura-Papua.
“Kita Botram disini, masing-masing membawa makanan dari rumah kemudian dikumpulkan kita makan bersama-sama,” Kang Momon Suryadi salah satu sesepuh warga Jawa Barat di Jayapura.

Dikatakannya, merawat tradisi di perantauan sudah menjadi kewajiban bagi para perantau agar tidak melupakan daerah asalnya.
“Botram ini mengandung makna kebersamaan, silaturahmi, berbagi dan kegembiraan. Karena saat bertemu dengan sesama warga Jawa Barat ada kegembiraan, apalagi makannya bersama-sama dalam satu tempat,” katanya.
Nilai lain yang terkandung dalam Botram, lanjutnya, semua posisi sama, tidak mengenal ia pejabat, pedagang atau masyarakat biasa, kalau sudah duduk berhadap-hadapan bersama-sama menikmati makanan yang ada didepan mata.
“Biasanya makanan disuguhkan diatas daun pisang, karena daun pisangnya dijemur terlalu lama jadi mengkerut, akhirnya kami alas diatas kertas nasi, kendati demikian tidak mengurangi makna dari botram sendiri,” jelasnya.
Sementara itu makanan yang disajikan selain nasi ada karedok, ikan asin, sambal, balado telur, petai dan sebagainya. (nk)
LUAR BIASA…. Mari kita lesatarikan budaya kita