JAYAPURA-Penina Tabuni, salah satu warga Kabupaten Nduga yang berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya mengaku kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang membagikan paket bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) namun isinya tak sesuai harapan.
Melalui video berdurasi 4 menit 51 detik, Penina mengungkapkan bahwa isi paket Sembako sangat tidak layak bagi warga seperti dia yang terdampak ekonominya akibat wabah virus Corona atau Covid-19.
“Ini bantuan untuk warga yang terdampak ekonomi akibat wabah Covid-19, bukan bantuan sosial yang hanya dapat beras. Paketnya hanya berisi satu pack daun teh celup, minyak goreng ukuran botol kecil yang segelnya sudah terbuka, lalu ada beras dalam kantong plastik, dan penyedap rasa makanan (vetsin) dikemas dalam kantong plastik biasa, dan garam,” kata Penina dalam sebuah kesaksian yang direkam dan menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Penina juga menunjukkan bahwa beras yang dikemas dalam kantong plastik sangat tidak layak dikonsumsi lantaran sangat kotor atau rusak.
“Beras ini tidak bisa dimakan oleh manusia, hanya cocok untuk hewan ternak. Kami ini manusia, kenapa dikasih beras yang kotor, termasuk minyak goreng. Saya akan buang karena tidak higienis, sebab segelnya ditutup botol sudah terbuka,” akunya.
Penina meminta kepada pemerintah daerah agar melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Dia juga berpesan kepada para petugas di dinas terkait agar bekerja dengan baik dan menjaga kepercayaan masyarakat.(tambunan)
Bantuan Sembako Tak Sesuai Peruntukan, Diduga Ada Penyelewengan
