JAYAPURA-Kegiatan berbagi kasih SMP Negeri 4 Jayapura dalam menyambut Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah/2021 yang direncanakan digelar pada 8-10 April 2021 terancam batal digelar.
Pasalnya, hingga saat dana belum terkumpul sepersen pun untuk menggelar kegiatan ini. Kupon bazar yang dibagikan panitia kepada setiap angkatan untuk mengumpulkan dana belum terlihat tanda-tanda ‘secercah harapan’.
Sekretaris Panitia Kegiatan Berbagi Kasih SMP Negeri 4 Jayapura, Frank Reynould Tjoe mengatakan tanda-tanda tak ada dukungan dari setiap angkatan untuk mensukseskan kegiatan ini dari ketidak hadiran dalam setiap rapat.
“Bagaimana mereka mau mendukung, setiap rapat yang kami coba laksanakan, tidak ada yang hadir,” kata Reynould Tjoe kepada Bintang Papua, Sabtu (20/3) di sela-sela rapat yang dihadiri sebagian kecil alumni SMP Negeri 4 Jayapura.
Dikatakan, panitia masih kebingungan siapa-siapa saja yang ketua setiap angkatan. Karena menurutnya, setiap rapat ketua yang ditunjuk setiap angkatan itu tak pernah hadir. “Yang hadir hanya kita-kita saja terus-terus,” keluhnya.
Reynould Tjoe melanjutkan, orang-orang yang panitia telah mengetahui sebagai ketua angkatan maka merekalah yang dihubungi.
“Padahal dalam grup baik itu facebook, WhatsApp saya sudah berulang kali menyampaikan untuk membuat grup angkatan bagi yang belum membuat. Supaya kita mengkoordinasikan segala sesuatu itu mudah,” katanya.
Dia mengakui bahwa sampai saat ini dana belum terkumpul untuk menggelar kegiatan ini. “Dana belum terkumpul sama sekali. Setiap rapat, makanan dan minuman yang ada kita swadaya ya dari alumni,” terangnya.
Ia memaparkan bahwa dana yang dibutuhkan sebenarnya lebih dari Rp 1 juta. Akan tetapi, dana yang tertera pada proposal sekitar Rp 108 juta. “Dana Rp 108 juta itu kurang karena kita punya kebutuhan masih banyak sekali. Itu pun kami sudah berusaha kasih press (mengurangi biaya,red), tetapi masih kita press lagi,” katanya dengan senyum tipis-tipis.
Oleh karena itu, panitia mensiasati pengumpulan dana dengan membuat kupon bazar. “Kita sudah perkirakan kalau setiap kupon bazar terjual habis maka anggaran akan cukup untuk gelar kegiatan,” terangnya lagi.
Pria yang menamatkan pendidikan SMP pada 1995 itu mengharapkan setiap angkatan dapat terlibat dan mendukung kegiatan ini dengan membeli kupon bazar tersebut.
“Kami tidak meminta uang secara langsung, tetapi kami menawarkan sesuatu yang dapat kita berikan kepada teman-teman untuk sama-sama mensukseskan kegiatan ini,” imbaunya.
Kupon bazar kata Reynould Tjoe, sudah dibagikan dan setiap pengantaran panitia layani setiap Sabtu dan Minggu sebelum pelaksanaan kegiatan. “Kalau ada yang pesan, kita antar langsung,” tegasnya.
“Uangnya pun kita tidak langsung ambil sama orang yang memesan itu, tetapi kita akan ambil sama ketua angkatannya nanti,” sambungnya.
Rapat terakhir menurutnya, akan menentukan apakah kegiatan ini dapat berjalan atau tidak tergantung besaran anggaran yang diperoleh. “Kita akan tunggu rapat terakhir, dana kalau sudah terkumpul baru kita bisa gelar kegiatan,” tegasnya lagi
ALUMNI 1991

Koordinator Acara Kegiatan Berbagi Kasih SMP Negeri 4 Jayapura, Marice Uyo merasa miris karena sampai dengan saat ini dana belum terkumpul untuk menggelar kegiatan ini.
“Saya lihat tidak ada dukungan semua alumni untuk suksesnya kegiatan ini. (sehingga) rapat-rapat ini hanya habiskan waktu dan tidak saya anggap belum ter-cover dengan baik, karena hanya kami saja yang bersemangat dan lainnya tidak,” miris alumni 1991 itu.
Oleh sebab itu, dia mengajak semua alumni untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan ini. “Jangan kalian lari dari kenyataan, kalau kalian merasa alumni, mari sama-sama terlibat dan berikan dukungan meski itu hanya datang dan duduk,” pesan wanita yang berprofesi sebagai guru itu.
Marice berharap pertemuan selanjutnya pada Selasa (23/3) di Sekretariat 2 Pantai Holtekamp dapat dihadiri semua perwakilan angkatan untuk sama-sama mendorong kegiatan ini terlaksana.
“Tolongan dukungan bersama-sama, tanpa dukungan kalian kegiatan ini tak akan terlaksana. Mari berikan dukungan dengan kelemahan yang ada ini karena kegiatan ini dari kita dan untuk kita,” pesannya lagi.
ALUMNI 1993

Ketua Angkatan Alumni 1994, Muhammad mengharapkan dalam susunan kepanitiaan seharusnya semua angkatan harus dilibatkan sehingga koordinasi dan tanggung jawab ke setiap angkatan itu ada.
“Supaya kita tahu masalah di setiap angkatan itu apa. Kalau seperti inikan tidak terjawab, apa-apa yang menjadi kendala,” sarannya.
Muhammad mengakui bahwa selama ini dirinya tidak mendapat undangan dari panitia sehingga tidak terlibat dalam kegiatan. “Saya sendiri baru dapat undangan tadi malam (Jumat Malam,red). Makanya saya share di grup 1993 mengenai kegiatan ini,” katanya.
Setelah di-share di grup angkatan, banyak yang merespon dan menharapkan dirinya hadir dalam rapat ini. “Mereka bilang saya sebagai ketua tolong hadir dalam kegiatan ini. Karena kita ini banyak di luar (Luar Jayapura,red), Malaysia, Jakarta dan teman-teman ini sudah sukses semua di sana,” katanya.
Dengan kondisi ini, dirinya berjanji akan menshare informasi ini ke grup angkatan sehingga alumni 1993 semuanya dapat terlibat langsung. “Ini kegiatan tinggal 16-17 hari lagi (sehingga) panitia dan ketua setiap angkatan harus kerja ekstra,” pesan alumni yang saat ini taat melaksanakan Shalat 5 Waktu itu.
Muhammad bilang waktu sudah mepet dan anggaran yang diperlukan dalam kegiatan ini besar. “Saya yakin kalau semua alumni terlibat pasti kegiatan ini dapat berjalan,” akunya.
“Saya pikir semua sibuk dengan urusan masing-masing, tetapi tugas kita bagaimana dapat merangkul semuanya. Maunya saya, kita tahu setiap angkatan siapa-siapa, tinggal kita door to door saja untuk dapatkan anggaran,” tambahnya.(yud)