JAYAPURA–Penjualan masker di beberapa apotek di Kota Jayapura telah habis terjual sejak Februari lalu. Nah, habis dan menjadi langkahnya masker menyusul Virus Corona telah masuk ke Indonesia, setelah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua orang warga Indonesia positif Virus Corona Senin (2/3).
Untuk memastikan apakah telah habis serta menjaga kestabilan harga masker di pasaran maka Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke dua distributor resmi penjualan obat dan alat-alat kesehatan di Kota Jayapura, PT. Anugerah Argon Medica dan PT. Rajawali Nusindo Cabang Jayapura, Rabu (4/3).
“Dari dua titik yang telah didatangi PT. Anugerah Argon Medica dan PT. Rajawali Nusindo Cabang Jayapura, semua stok masker habis,” ungkap Rustan kepada wartawan dalam Sidak yang dilakukannya.
Informasi yang diperoleh Rustan dari pimpinan dan karyawan perusahaan tersebut, diketahui masker habis terjual ke apotek dan distributor lainnya sejak Jumat (28/2) lalu.
“Rata-rata per apotek diberi 10 box yang isinya 50 pcs, maka dari sini kita akan melakukan pengecekan lagi ke penerima jatah masker. Apakah mereka sudah terima atau sudah menjual habis,” ujarnya.
Melihat kelangkaan masker di Kota Jayapura saat ini, Rustan memandang ini akan menjadi persoalan, namun akan segera dicarikan solusinya. Ia pun mengimbau agar jangan ada pihak-pihak lain yang sengaja menyimpan atau menimbun masker untuk menspekulasi harga.
“Dari distributor di sini harga dasar masker 1 pcs itu Rp. 400-Rp. 800, kemudian sampai di apotek itu Rp. 2000 per 1 pcs,” kata Rustan seraya menegaskan jika ada distributor nakal yang menjual di atas harga standar, maka akan dicabut izinnya.
Supervisor Penjualan PT Kimia Farma Trading & Distributor Cabang Jayapura, Sisca Mantol mengaku, stok masker yang tersedia pada PT Kimia Farma telah habis sejak awal Februari lalu.
“Stok kita kosong, waktu itu tinggal 20 box tapi kita sudah kirim kembali ke pusat, karena di pusat stok kosong (sehingga) kita yang cabang diperintahkan untuk kirim stok yang ada,” akunya.
Sementara Dina, Accounting PT Rajawali Nusindo Cabang Jayapura mengaku, stok masker kosong sejak pekan lalu.
“Terakhir kami kirim ke Kabupaten Dogiai, kalau apotek-apotek di Kota Jayapura pekan lalu kami distribusi,” kata Dina.
Informasi diperoleh Bintang Papua, harga masker pelindung yang ditetapkan distributor per lembar Rp. 400, sementara per box isi 50 lembar dipatok dengan harga Rp 20 ribu. Kini, harga masker pada sejumlah apotek di Kota Jayapura di bandrol seharga Rp 5000 per lembar, sedangkan harga per box mencapai Rp 200 ribu. Dan bahkan, dari pantauan di lapangan ada sejumlah apotek di Kota Jayapura yang telah menuliskan ‘Masker Habis’ di depan etalasenya.(tambunan/yud)