JAYAPURA– Konsistensi upaya Telkomsel patut diacungi jempol dalam memeratakan layanan di Indonesia khususnya pulau Cenderawasih di ujung timur Indonesia, Pulau Papua.
Di wilayah Papua ini, telah berdiri Base Transceiver Station (BTS) Regular lebih dari 3.800 BTS, BTS Merah Putih lebih dari 20 BTS, dan BTS Universal Service Obligation (USO) kerjasama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kurang lebih dari 350 BTS.
General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Region Maluku & Papua, Adi Wibowo mengungkapkan saat ini coverage jaringan Telkomsel hadir 100 persen di 29 Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua atau sekitar 45 persen dari total seluruh kecamatan di seluruh wilayah Provinsi Papua.
Adi wibowo menegaskan, Telkomsel bersama Telkom Group terus melakukan berbagai upaya dengan memaksimalkan seluruh aset yang tersedia, dengan tetap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait mulai dari Pemerintah RI melalui Kementerian Kominfo RI terutama BAKTI dalam pengembangan jaringan telekomunikasi hingga wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) dimana Provinsi Papua terdapat 26 kabupaten yang masuk didalamnya.
Untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan terhadap Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Telkomsel berkomitmen mendukung program yang dicanangkan Pemerintah dalam pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah, baik itu melalui program USO BAKTI maupun Indonesia Merdeka Sinyal.
“Melalui program-program ini kami secara berkelanjutan tiada henti akan terus melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dalam hal penambahan dan perluasan layanan,” katanya saat dikonfirmasi Bintangpapua.online, Minggu (30/8).
Ditanya soal rencana pengembangan kedepan tahun 2020, Telkomsel di wilayah Papua, menargetkan untuk menambah sekitar lebih dari 450 unit BTS. “Dan dari Januari sampai dengan Juni sudah dibangun lebih dari 290 unit BTS,” katanya.
Sementara itu, BTS 3T yang sudah dibangun lebih dari 80 unit BTS. Di wilayah Papua & Papua Barat, tahun 2020 ini ditargetkan membangun lebih dari 90 unit BTS di wilayah 3T.
Dikutip di release persnya, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan untuk pemerataan akses broadband berteknologi terdepan di wilayah 3T (Terluar, Terdalam, dan Tertinggal) hingga wilayah perbatasan negara, pada kuartal tiga 2020 ini juga Telkomsel telah memastikan 1.083 unit BTS program USO (Universal Service Obligation) yang dikembangkan bersama BAKTI Kominfo terkoneksi teknologi jaringan 4G LTE Telkomsel. Sehingga pengalaman beraktivitas digital populasi masyarakat yang berada di wilayah 3T hingga perbatasan negara khususnya dalam menunjang proses pembelajaran jarak jauh diharapkan akan semakin setara dengan wilayah perkotaan.
“Hingga pertengahan tahun ini, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 228.000 unit BTS atau tumbuh lebih dari 11% dibanding tahun sebelumnya, yang sudah menjangkau 95% populasi masyarakat hingga pelosok negeri. Lebih dari 20.000 BTS yang sebagian besar berteknologi broadband 3G/4G juga sudah digelar di wilayah 3T hingga perbatasan negara, sebagai bentuk dukungan dalam memperkuat kedaulatan negara melalui kesetaraan akses gaya hidup digital,” jelas Setyanto dalam release pers, beberapa waktu lalu.
Menjelang momen perayaan Kemerdakaan Republik Indonesia ke-75 lalu, Telkomsel telah merampungkan pembangunan BTS 4G di hampir seluruh wilayah Ibukota, Kabupaten dan Kotamadya (IKK) Indonesia. Telkomsel juga menjadi satu-satunya yang penyedia layanan telekomunikasi selular yang menggelar layanan broadband 4G LTE di lebih dari 1.100 wilayah Kecamatan yang ada di Indonesia.
Islami Adi Subrata, warga Kabupaten Jayawijaya mengatakan tak hanya infrastruktur yang terus dibangun oleh pihak provider namun juga kualitas dari layanan yang ada. “Sejak demo di Wamena lalu memang ada penambahan bandwith 250 Mbps namun hanya di spot tertentu dan waktu tertentu bisa mengakses cepat, paling tidak kami juga ingin seperti di daerah lainnya yang tanpa lelet menggunakan layanan komunikasi akses data,” katanya melalui sambungan telepon.( Sindung)