JAYAPURA-Gubernur Papua Lukas Enembe memerintahkan pejabat jajarannya berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan daerah, pasca-gugurnya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) daerah Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya akibat ditembak Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) atau TPN-OPM di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Minggu (25) kemarin.
Sekretaris Daerah Papua Dance Yulian Flassy,SE,M.Si bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) langsung menggelar pertemuan dengan Kodam XVII/Cendrawasih dan Polda Papua di Kota Jayapura, Senin (26/4).
Enam (6) poin penting diputuskan dalam rapat untuk menyikapi berbagai hal di berbagai daerah, termasuk peristiwa yang berujung gugurnya Kepala BIN wilayah Papua.
“Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua beserta Jajarannya mengutuk keras atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tindakan ini di luar perikemanusiaan serta berharap tindakan ini tidak terulang lagi. Apalagi terhadap Perwira Tinggi TNI yang sedang melaksanakan tugas di Papua,” ujar Sekda Papua, Dance Yulian Flassy membacakan hasil rapat tersebut, Senin (26/4) sore.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, lanjut Sekda Dance Yulian Flassy, menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya perwira tinggi TNI yang juga putra terbaik bangsa tersebut.
Kedua, Pemprov Papua akan memberikan penghargaan khusus kepada almarhum Brigjen TNI Gusti Putu Dani Nugraha Karya atas pengabdiannya selama ini di Papua.
“Sebagai salah satu bentuk penghormatan yang diberikan, Bapak Gubernur Papua secara khusus memerintahkan Sekda Papua dan beberapa Kepala OPD untuk menghadiri pemakaaman almarhum di TMP Kalibata, Jakarta pada hari Selasa, 27 April 2021,” kata Flassy membacakan poin ke tiga.
Selanjutnya, pihaknya akan lebih meningkatkan lagi koordinasi antar lembaga untuk memastikan deteksi dini atas berbagai persoalan di Papua melalui pertemuan berkala antar Lembaga Pusat di daerah, baik Kodam XVII, Polda, BIN, Polhukam, pihak terkait serta jajaran pemerintahan daerah.
“Pemerintah Papua juga akan lebih mengefektifkan komponen-komponen yang ada di dalam pemerintahan maupun di masyarakat untuk bersama mencegah tidakan yang dianggap merugikan banyak orang,” kata Flassy dalam poin ke lima.
Terakhir, Pemprov Papua serta jajarannya bersama TNI/Polri dan unsur terkait lainnya akan berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mengimbau untuk tidak terprovokasi. Selain itu, mengajak masyarakat untuk memakasimalkan operasi-operasi sosial dan membantu kegiatan teritorial yang dilakukan oleh TNI/Polri lebih masif lagi.
Selain enam (6) poin yang disepakati tersebut, Sekda Flassy juga menegaskan agar masyarakat di Papua tetap tenang melakukan kegiatan sebagaimana biasanya.
“Jangan terpancing isu dan tetap berharap hanya pada Tuhan untuk mewujudkan Papua bangkit, mandiri dan sejahtera yang berkeadilan,” imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) daerah Papua Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya gugur ditembak Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) atau TPN-OPM di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25) sore.
Kabinda gugur dalam insiden kontak tembak sekira pukul 15.30 WIT, saat memimpin patroli Satgas Elang di wilayah Beoga, pasca penembakan dua guru dan dua warga sipil, serta pembakaran sekolah dan rumah kepala kampung oleh KSB di wilayah itu.(tmb)